GRESIK – Kabupaten Gresik menjadi lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIX Tahun 2026. Kegiatan yang digelar Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri itu mengangkat persoalan keamanan data pribadi di tengah percepatan transformasi digital.
Rombongan diterima Pemerintah Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 September 2026. Visitasi ini merupakan bagian dari agenda aktualisasi kepemimpinan PKN Tingkat II yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mempelajari praktik kepemimpinan strategis dan tata kelola data.
Tema yang dibawa dalam visitasi kali ini adalah “Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mewujudkan Perlindungan Keamanan Data Pribadi.”
Persoalan tersebut dinilai relevan dengan perkembangan transformasi digital dan iklim investasi di Kabupaten Gresik. Pengelolaan data publik yang aman dan terpercaya tak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik dalam sambutannya menyebut penunjukan Gresik sebagai lokus VKN menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan data dalam pelayanan publik.
Dua organisasi perangkat daerah dipilih sebagai lokus utama, yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik.
Pemilihan keduanya berkaitan erat dengan tema visitasi. Disdukcapil mengelola data kependudukan berbasis digital yang menjadi salah satu fondasi integrasi pelayanan publik. Sementara DPMPTSP bersinggungan dengan pengelolaan data pemohon dalam sistem pelayanan perizinan dan investasi.
Peserta VKN akan melakukan observasi, pendalaman materi, serta penggalian data atau data mining. Proses tersebut juga dilakukan melalui diskusi bersama narasumber dari OPD yang menjadi lokus.
Kegiatan ini diikuti 15 peserta PKN Tingkat II Angkatan XXIX yang berasal dari unsur anggota Polri, ASN Polri, dan ASN kementerian. Mereka didampingi Dua pendamping dari Pusat Pendidikan Administrasi Lemdiklat Polri. Pendamping 1, AKBP Rachmat K., S.S., S.H., M.H., M.A.P., Pendamping 2, Pembina Parlindungan, S.E., M.TAk.
Dari proses tersebut, peserta diharapkan tidak berhenti pada pengamatan. Mereka dituntut menggali praktik-praktik terbaik, mengidentifikasi persoalan yang ditemukan, kemudian merumuskan rekomendasi strategis.
Hasil pembelajaran itu diharapkan dapat memberi manfaat bagi Kabupaten Gresik sekaligus menjadi referensi yang dapat diadaptasi peserta ketika kembali ke instansi masing-masing. Forum tersebut juga diarahkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara peserta VKN dan pemerintah daerah.
